Postingan

Menampilkan postingan dengan label analisa

GAS CHROMATOGRAPHY

Kromatografi gas (GC) adalah jenis umum dari  kromatografi  yang   digunakan dalam  kimia analitik  untuk  memisahkan  dan menganalisis senyawa yang dapat  menguap  tanpa  dekomposisi . GC dapat digunakan untuk  pengujian kemurnian zat tertentu, atau memisahkan komponen yang berbeda dari campuran (jumlah relatif komponen tersebut juga dapat ditentukan). GC dapat digunakan dalam mengidentifikasi suatu senyawa. Kromatografi gas, berdasarkan fasa gerak dan fasa diamnya merupakan kromatografi gas-cair. Dimana fasa geraknya berupa gas yang bersifat inert, sedangkan fasa diamnya  berupa cairan yang inert pula, dapat berupa polimer ataupun larutan. Adapun gambaran umum dari GC adalah sebagai berikut : DASAR TEORI GC Pengertian kromatografi menyangkut metode pemisahan yang didasarkan atas distribusi deferensial diantara dua fasa mengacu pada beberapa sifat komponen sampel, yaitu : Ø   Melarut dalam cair...

PENENTUAN COD (metoda refluks terbuka) tetes larutan Molybdat Sulfat

Gambar
A. Peralatan 1)       Alat refluks yang digunakan untuk erlenmeyer 500 ml atau 250 ml dengan leher 24/40 dan panjang jaket 30 cm 2)       Pemanas listrik yang memiliki cukup tenaga untuk menghasilkan minimum 1,4 W/cm 2 luas permukaan panas atau ekivalennya. B. B ahan kimia   1)       Larutan standar kalium dikromat 0,25 N Ditimbang 12,259 g K2Cr2O7 larutkan dengan aquades dalam labu takar 1 liter sampai tepat tanda garis. 2)       Asam sulfat yang mengandung Ag2SO4 Dilarutkan 10,1 g per 1 asam sulfat. Biarkan 1-2 hari untuk melarutkan Ag2SO4 3)       Merkuri sulfat Kristal (HgSO4) 4)       Larutan indicator feroin Sebanyak 1,48 g 1,10 phenantrhroline monohydrate dan 0,7 g besi (II) sulfat 7 hydrat (FeSO4 7 H2O) dilarutkan dengan aquades dalam labu ukur 100 ml sampai tanda garis. 5)    ...

PROSEDUR ANALISA FFA (AOCS 5a-40 1989)

Gambar
Asam Lemak Bebas (ALB) atau free fatty acid (FFA) , adalah asam yang di bebaskan pada hidrolisa dari lemak. Terdapat berbagai macam lemak, tetapi untuk perhitungan, kadar ALB minyak sawit dianggap sebagai Asam Palmitat (berat molekul 256). untuk lebih mengetahui tentang FFA bisa lihat disini FREE FATTY ACID A. Untuk sample CPO dan PKO 1.       Timbang 5 g sample dalam Erlenmeyer 100 ml 2.       Tambahkan 50 ml etanol 95% yang sudah dinetralkan 3.       Panaskan erlenmeyer diatas hotplate (sambil dihomogenkan) hingga tercapai suhu ± 40 o C 4.       Tambahkan indikator PP 1% 5.       Titrasi denga NaOH 0.02 N hingga terjadi perubahan warna menjadi pink permanen yang bertahan ± 30 detik B. Sample, Olein, Sterin, RBDPKO 1.       Timbang 20 g sample dalam Erlenmeyer 100 ml 2.       Tam...